Social Responsibility

 

  • in-01
  • wordpress slider plugin
  • in-04
in-011 in-022 in-033

CSR

TIA Rehabilitation Upstream Area Tiwingan, Banjarbaru
16 Jan

(Only in Bahasa) Ketika menginjakkan kaki di bukit Tiwingan yang terletak di dalam Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Banjarbaru Kalimantan Selatan, bisa jadi pengunjung tak pernah menduga bahwa kawasan ini tadinya termasuk di dalam peta lahan kritis Provinsi Kalimantan Selatan. Lahan bukit yang semula hijau dan rimbun, menjadi gersang dan tandus akibat dari akumulasi pemanfaatan lahan untuk pakan dan penggembalaan ternak secara serampangan, penebangan kayu ilegal (illegal logging), hingga faktor alam yaitu kebakaran lahan.

9 November 2017 pagi, tim pengelolaan lingkungan dari PT Tunas Inti Abadi (TIA) tengah bersiap untuk mengunjungi Tahura Sultan Adam. Ini merupakan tahun ketiga PT TIA bermitra dengan masyarakat di desa Tiwingan Lama, dalam jalinan kerja sama
untuk merehabilitasi kawasan perbukitan tersebut.

Hingga akhir kuartal keempat 2017, PT TIA berupaya mencapai target penanaman hingga 930 hektar. Total luasan lahan yang menjadi kewajiban direhabilitasi oleh PT TIA sekitar 1500 hektar. Jenis tanaman yang diupayakan adalah jengkol, cempedak,
durian, mahoni, karet, dan kemiri. Dalam menentukan jenisnya, PT TIA berpatokan pada vegetasi di masa lampau, “penentuan tanaman kita lihat di masa dulunya, seperti durian, jengkol, jadi kita berkaca dari situ, artinya menanam iklim dan topografinya memang sesuai untuk tanaman yang kita upayakan”, urai Muhammad Abduh tim Enviro PT TIA.

Yang menarik dari inisiatif ini adalah keterlibatan aktif warga desa. Ahmad Yani, salah satu warga desa Tiwingan Lama yang bertindak sebagai ketua kelompok penanaman mengungkap, “warga yang mau terlibat untuk menanam semakin banyak, dari 15 orang di bulan Agustus sekarang jadi 85 orang”, urainya. Penambahan jumlah personil ini sejalan dengan makin luasnya lahan yang ditanam. Aktivitas turunannya juga makin beragam, mulai dari pembuatan akses jalan menuju lahan, pembibitan (nursery), pembuatan pupuk kompos organik, hingga transportasi bibit tanaman beserta pupuk.

Inisiatif ini merupakan satu dari rangkaian rehabilitasi daerah aliran sungai yang diupayakan oleh PT TIA. Secara simultan, Perusahaan melakukan upaya rehabilitasi yang dimulai dari kawasan hulu yang terletak di Tiwingan Banjarbaru, penanaman
bakau (mangrove) di sepanjang alur sungai hingga muara yang berdekatan dengan kawasan pelabuhan, dan berakhir di transplantasi terumbu karang di lepas pantai Bunati. 

Atas aksinya dalam upaya merehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Kalsel, khususnya di Tanah Bumbu, TIA menerima
penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Penghargaan diberikan bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia 2017 di Ponjong, Gunung Kidul pada Sabtu, 9 Desember 2017.