Social Responsibility

 

  • in-01
  • wordpress slider plugin
  • in-04
in-011 in-022 in-033

CSR

The Prevention HIV-AIDS TIA Program Wins National Award
21 Nov

(Only in Bahasa) “Fenomena penyebaran HIV-AIDS di lingkungan kerja makin meningkat dari tahun ke tahun di seluruh dunia termasuk Indonesia. 85 persen diantaranya terjadi pada usia produktif, dan ini merupakan problem besar di dunia kerja karena pekerja merupakan tulang punggung dari sebuah keberlanjutan usaha ”. 

Pernyataan ini disampaikan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, yang pidato sambutannya dibacakan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Sugeng Priyanto pada ajang Penanugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2018 oleh Kementrian Tenaga Kerja Republik Indonesia, di Hotel Bidakara Jakarta pada Kamis 9 Agustus lalu (9/8). 
Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2018 meliputi 5 kategori, yaitu penghargaan kecelakaan nihil, penghargaan sistem manajemen K3 (SMK3), penghargaan program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS (P2 HIV-AIDS) di tempat kerja, penghargaan pembina K3, dan penghargaan pemeduli HIV-AIDS di tempat kerja. Tercatat 952 Perusahaan menerima anugerah kecelakaan nihil, 1.465 Perusahaan menerima penghargaan SMK3, dan 123 Perusahaan mendapatkan penghargaan program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV-AIDS). 
“Program P2HIV-AIDS merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya K3 untuk melindungi pekerja dari penyakit akibat kerja maupun gangguan kesehatan lainnya. Program ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan pekerja sehingga mampu untuk bekerja dengan produktif dan optimal”, urai Dirjen Sugeng. 
PT Tunas Inti Abadi (TIA) sebagai salah satu Perusahaan tambang yang berkomitmen untuk mengedepankan kesehatan pekerjanya, turut menjadi salah satu penerima penghargaan atas upayanya mencegah penyebaran HIV-AIDS di wilayah operasi. TIA mendapatkan penghargaan P2HIV-AIDS tingkat provinsi di bulan Januari, dan penghargaan tingkat nasional kategori GOLD dari Kementrian Tenaga Kerja pada Agustus 2018.       
Serangkaian program sosialisasi dan promosi pencegahan penyebaran HIV-AIDS di TIA dilaksanakan melalui In-house training, health talk, buletin dan pamflet, serta mading dan spanduk. Tidak sampai disitu, TIA juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk asesmen khusus HIV-AIDS yaitu VCT (Voluntary Counseling Test). Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 80% pekerja dan kontraktor yang berada di lingkungan kerja TIA.  Pekerja tambang menjadi salah satu kelompok dengan paparan risiko tinggi terinfeksi HIV-AIDS karena termasuk golongan 3M alias “Mobile Man with Money”.  
Tak hanya di lingkungan internal, TIA juga mendorong dan memfasilitasi P2 HIV-AIDS di wilayah lingkar tambang yakni lingkungan sekolah yaitu SMAN 1 Sungai Loban dan Mts Nurul Jihad Sungai Loban serta Kelompok Dukungan Sebaya (Peer Support Group) melalui Puskesmas Kecamatan Sungai Loban. Petugas P2HIV-AIDS Puskesmas Sungai Loban Zaenal menjelaskan bahwa fenomena penyebaran HIV-AIDS di wilayahnya merupakan gunung es karena jumlah sesungguhnya belum diketahui secara pasti. 
Hingga kuartal II 2018, Puskesmas ini mencatat 6 orang dengan status HIV Positif yang terdiri dari 2 orang dewasa dan 4 anak dengan rentang usia balita hingga 10 tahun. Puskesmas ini juga secara proaktif melakukan terobosan lain mulai dari penyuluhan pada sekolah tingkat lanjut, desa, serta mendorong keikutsertaan VCT pada kelompok ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas.
Menyikapi penerima penghargaan program P2HIV-AIDS yang mengalami peningkatan relatif kecil, yaitu dari 102 perusahaan pada 2017 menjadi 123 perusahaan pada 2018 atau setara dengan kenaikan 17%, Menaker Hanif menambahkan dalam sambutannya, "Kesadaran perusahaan dalam program ini sepertinya masih harus terus ditingkatkan mengingat peningkatan jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan program P2HIV- AIDS relatif kecil".